Tari Kebo Kinul Sambut Peserta Kirab Grebeg Penjalin
Ekonomi

Tari Kebo Kinul Sambut Peserta Kirab Grebeg Penjalin

Gatak,(sukoharjo.soror.co)--Grebeg Penjalin ke-III di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak resmi dibuka, Senin (09/02/2018) siang. Acara dibuka langsung oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

Ketua panitia, Suryanto mengatakan, sejumlah 75 kelompok perajin rotan mengikuti kirab Grebeg Penjalin 2018. Dalam kirab tersebut para peserta membawa atribut berbahan rotan yang sudah dibuat berbagai macam bentuk. 

"Tahun ini kita mengangkat tema Rotan Untuk Kehidupan. Rotan untuk kehidupan bersama, kita berusaha merangkul seluruh perajin pengusaha yang ada Desa Trangsan ini untuk ikut kirab, dari tahun kemaren 2017 yang ada cuma seperti saya tidak ada nama perajin atau nama perusahaan, tetapi untuk tahun ini kita menampilkan masing-masing dari perusahaan, karena untuk kebersamaan," jelas Suryanto. 

Tepat sekitar pukul 09.45 WIB para peserta kirab tiba di Balai Desa Trangsan yang sebelumnya dibuka oleh tarian Kebo Kinul dari pelajar Citra Medika Sukoharjo. Kirab dimulai dari dalam kampung dengan jarak sekitar dua kilometer menuju Balai Desa Trangsan. 

Selain kirab, adapula bazar mebel rotan yang berlangsung 9-15 April 2018, workshop dan seminar 10-13 April 2018 serta puncak acara yang dimeriahkan adanya pagelaran wayang kulit pada 14 April 2018. 

Suryanto menjelaskan, anggaran utama untuk gelaran Grebeg Penjalin berasal dari Pemkab Sukoharjo dan Pemprov Jateng. Namun perajin maupun pengusaha rotan juga swadaya mengumpulkan sejumlah uang guna mensukseskan acara. 

"Anggaran utama dari Kabupaten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Tapi selain itu ada swadaya dari para perajin dan pengusaha rotan, habisnya sekitar Rp 180 juta," jelas Suryanto.

Bupati Sukoharjo juga mengatakan, kirab ini membawa nilai positif bagi masyarakat, terutama dalam hal ekonomi. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sudah mendukung penuh tentang pengiriman dalam hal perizinan yang dipermudah. 

"Upaya pertama sesuai produk rotan yang ada disini bisa dijual di masyarakat. Jadi kuncinya ada itu, produk-produk lokal yang mana dikemas bisa diekspor semua," ucap Wardoyo.