Smart Village Akan Dikembangkan ke Aplikasi Android
Pemerintahan

Smart Village Akan Dikembangkan ke Aplikasi Android

Bendosari,(sukoharjo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus berbenah untuk menjadikan Smart City, dengan salah satunya mengembangkan Smart Village di seluruh desa di Kabupaten Sukoharjo. Konsep Smart Village yang saat ini baru mengimplementasikan pelayanan publik berbasis digital, diklaim akan matang dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Kasi e-Goverment Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Sunarno, menyampaikan Smart Village saat ini masih fokus dalam hal pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Sukoharjo sudah dimulai sejak tahun 2014. Pelayanan publik yang dijalankan saat ini berbasiskan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari server Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo.

"Konsep Smart Village-nya saat ini lebih fokus ke pelayanan publik dulu di masyarakat berbasiskan NIK di Disdukcapil. Jadi kita punya yang namanya Surat Keterangan Umum Terpadu (Skuter) di tiap desa yang disitu bisa digunakan masyarakat untuk membuat berbagai surat keterangan. Seperti surat keterangan untuk membuat SKCK, surat keterangan kematian, surat keterangan kelahiran. Jadi nanti masyarakat tinggal datang, memberikan nomer NIK, semua datanya langsung keluar. Tinggal diisi keperluannya apa dan bisa langsung dicetak," papar dia saat memberikan materi dalam Rapat Koordinasi Teknologi Informasi Desa/Kelurahan Kabupaten Sukoharjo di Gedung Setda Pemkab Sukoharjo, Rabu (21/03/2018).  

Diungkapkan Narno, masyarakat bisa mengakses layanan tersebut sesuai dengan domisili tinggal yang tertera dalam data NIK. Sampai saat ini masyarakat sudah banyak menggunakan fasilitas layanan tersebut yang bisa diakses melalui desa masing-masing. Ia juga mengklaim pelayanan publik di desa yang saat ini berbasis digital mampu memotong waktu yang sangat banyak ketimbang masih menggunakan proses manual. 

"Dari data sampai hari ini, jumlah total surat pengatar sudah mencapai 49.972 ribu. Untuk surat keterangan kematian sudah mencapai 2.463 ribu dan surat kelahiran mencapai 1.071 ribu," tandasnya.

Kedepannya, pengembangan akan dilakukan hingga masyarakat tidak perlu ke datang ke kantor desa, cukup mengakses pelayanan publik dari ponselnya dan bisa dilakukan di rumah. 

"Nanti akan kita coba kembangkan ke aplikasi yang bisa diakses di play store android. Jadi nanti masyarakat tinggal memasukkan NIK, kemudian keperluannya apa, nanti diverifikasi oleh administrator di tingkat desa dan kalau sudah selesai nanti akan mendapatkan notifikasi jika sudah diverifikasi, dan bisa langsung diambil di kantor desa/kelurahan. Tapi untuk bisa seperti itu nanti membutuhkan waktu sekitar 2 tahun lagi," pungkasnya.