Partai NasDem Ajukan PAW Anggotanya, Martono Bereaksi
Politik

Partai NasDem Ajukan PAW Anggotanya, Martono Bereaksi

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sukoharjo, mengajukan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap salah satu wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sukoharjo, Martono. Dalam surat nomor 16/DPD/III/2018 tertanggal 12 Maret 2018 tersebut, menyebutkan salah satu dasar pengajuan PAW adalah permohonan pengunduran diri Martono dari keanggotaan partai. 

Menanggapi surat PAW tersebut, Martono menyebut jika selama ini tidak ada komunikasi antara dirinya dan partai terkait akan munculnya surat itu. Pihaknya juga mengkritik surat PAW yang dianggapnya tidak sah lantaran tidak sesuai dengan standar surat partai.

"Saya tidak pernah diajak bicara terkait surat itu, saya saja tahunya surat itu dari anggota di kantor dewan yang menghubungi saya karena saya sedang di Tasikmalaya. Surat itu bahkan sudah sampai ke kemana-mana, tapi saya belum pernah diajak rembukan terkait kesalahan apa yang saya lakukan sampai bisa ada PAW. Dan juga saya lihat suratnya, kop surat itu salah dan tidak sesuai dengan standar partai. Saya bertanya siapa yang buat surat itu, kok sampai masalah administratif seperti itu bisa salah, apa ketua partai tidak tahu standar suratnya seperti apa," papar dia saat dikonfirmasi, Rabu (21/3/2018).

Diungkapkan Martono, memang dirinya pernah berbicara dengan ketua DPD NasDem Sukoharjo terkait rencananya untuk mengundurkan diri dari partai. Namun ia menyebut jika sudah mengkoreksi dan mengklarifikasinya kembali kepada ketua DPD NasDem. 

"Saya memang pernah bilang dengan Pak Agus (Ketua DPD NasDem) kalau saya berencana untuk mengundurkan diri. Yang saya ucapkan saat itu, Karena saya sibuk kuliah, jika jadi nanti saya berencana mengundurkan diri, ini jika jadi loh ndan. Itu yang saya ucapkan, tapi kan baru rencana dan jika itu jadi. Tapi selang 4 hari saya langsung konfirmasi lagi kalau saya tidak jadi melakukan hal itu. Ada saksinya kok yang waktu itu sedang bersama dan Pak Agus saat ngomongin hal itu, dan semoga saja saksi itu bisa menolong saya tentang apa yang sebenarnya terjadi," ungkapnya.

Ditambahkan Martono, menyayangkan sikap Ketua DPD Partai NasDem yang tidak mengajak dirinya duduk bersama dan berkomunikasi dengan baik terkait masalah itu. Ia menyebut jika sebelumnya pada tahun 2015 lalu, dia belum kenal dengan Agus, namun dirinya mati-matiian untuk mendukung Agus yang saat itu maju pernah berniat maju Pikada menjadi Wakil Bupati Sukoharjo, namun akhirnya gagal.

"Saya saat itu tidak kenal siapa Agus, tau saya dari baliho-baliho. Saat itu teman di DPRD Sukoharjo mengajak untuk mendukung dia (Agus), lalu saya sampaikan ke ketua partai saat itu, dan akhirnya ikut mendukung sampai kemana-mana saya mengeluarkan biaya sendiri. Tapi saat ini justru perlakuannya seperti ini ke saya. Saya tidak rakus jabatan, yang penting ayo duduk bersama dan dibicarakan baik-baik," tandasnya.

Menanggapi surat itu, dirinya sudah mengirimkan surat klarifikasi yang dimasukkan pada Senin (19/3/2018) yang ditembuskan sampai ke DPP NasDem. Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto dan Ketua DPD NasDem Sukoharjo, Agus Tri Raharjo, belum bisa memberikan konfirmasi terkait hal ini. Saat sorot.co menghubungi beberapa kali, tidak ada jawaban dari keduanya.