Lagi, Dua Orang Ditangkap Karena Perusakan PT RUM, Dua Lainnya Diboyong Mabes Polri
Hukum & Kriminal

Lagi, Dua Orang Ditangkap Karena Perusakan PT RUM, Dua Lainnya Diboyong Mabes Polri

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Sebanyak empat warga yang terlibat dalam penolakan dan aksi massa di pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM)‎ beberapa waktu lalu, kembali ditangkap pihak kepolisian, Rabu (14/03/2018). Kali ini dua dari empat warga yang ditangkap diduga telah melanggar Undang Undang Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Informasi yang berhasil dihimpun, BYN (19) warga Desa Juron, Kecamatan Nguter, dan SES (36) warga Desa Celep, Kecamatan Nguter ditangkap berdasarkan pengembangan dari tiga pelaku pengrusakan yang sudah diamankan Polda Jawa Tengah sebelumnya.‎ Sementara BHW (54) warga Bulakrejo dan DT (35), warga Desa Ngambil-Ngambil, Nguter, diamankan karena diduga telah melanggar UU ITE dan langsung ditangani oleh Mabes Polri.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, menyebut jika upaya paksa penangkapan telah dilakukan berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh pihak kepolisian.

"Untuk BYN dan SES terlibat dalam pengrusakan saat aksi di PT RUM beberapa waktu lalu, dan merupakan pengembangan penyidikan dari tiga pelaku yang sudah diamankan. Sementara untuk BHW dan DT telah melanggar UU ITE yang langsung ditangani oleh Mabes Polri," terang Kapolres saat dikonfirmasi.

Dijelaskan Iwan, pelanggaran UU ITE yang dimaksud telah didalami oleh Mabes Polri dalam grup media sosial yang dimana kedua warga tersebut tergabung. Dalam gelar perkara oleh Mabes, didapatkan unggahan yang di dalam berbau ujaran kebencian dan konten berbau SARA. 

"Polisi sebelumnya telah melakukan mapping dan tentunya kita melangkah berdasarkan bukti yang ditemukan. Dan dari kasus pelanggaran UU ITE, polisi menemukan postingan yang hal itu patut untuk dipersangkakan," ungkapnya.

‎Penangkapan dua warga yang terlibat pengrusakan PT RUM mengacu pada Pasal 187 ayat 1 dan 2 dan atau 170 ayat 1 KUH Pidana yang menyebutkan bila penangkanan dilakukan apabila seseorang dengan sengaja membakar, menjadikan letusan atau mengakibatkan kebanjiran yang mendatangkan bahaya umum bagi barang dan timbul bahaya bagi nyawa orang lain. Kemudian dan atau seseorang yang secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

Terpisah, Perwakilan Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Ari Suwarno membenarkan jika empat warganya telah ditangkap oleh kepolisian.

"Iya sudah ada yang ditangkap lagi, salah satunya pembina MPL Pak Bambang Wahyudi," tutupnya.