Hari Kesembilan Operasi Keselamatan, Lebih dari 900 Pengendara Ditilang Polisi
Peristiwa

Hari Kesembilan Operasi Keselamatan, Lebih dari 900 Pengendara Ditilang Polisi

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Memasuki hari ke-9 Operasi Keselamatan Candi 2018, Satlantas Polres Sukoharjo telah melakukan sejumlah penindakan baik melakukan penilangan maupun pemberian teguran. Dari data akumulasi yang diperoleh hingga Selasa (13/3/2018), terdapat sekitar 900 pengendara yang kena tilang dan lebih dari 1100 pengendara yang mendapatkan teguran.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Sunyono, menyampaikan angka pelanggaran kelengkapan kendaraan masih didominasi kendaraan bermotor. Masih ditemukan sejumlah pengendara yang bermain handphone saat berkendara serta masih ditemukan pengendara motor dibawah umur. 

"Tujuan Operasi Keselamatan Candi 2018 ini lebih mementingkan langkah preemtif serta preventif. Yang kita sasar adalah melawan arus, kemudian kewajiban para pengendara kendaraan roda dua mengenakan helm. Selanjutnya pengendara tidak boleh mengoperasikan ponsel selama berkendara serta pengendara dibawah umur. Keempat, berboncengan melebihi kapasitas kendaraan. Memang masih banyak kita temukan pelanggaran terutama pengendara kendaraan bermotor. Sejauh ini kita upayakan untuk preemtif serta ada yang juga kita tilang karena melanggar kelengkapan berkendara," papar dia saat dikonfirmasi.

Terpisah, Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta, menyebutkan kampanye keselamatan lalu lintas juga dilakukan dengan memberikan sejumlah souvernir kepada pengendara. Pemberian helm dan stiker serta pemasangan spanduk tertib berlalu lintas dilaksanakan sejak awal operasi dan secara bertahap. 

"Jumlah helm yang kami bagikan sekitar 25 unit dan akan kami bagikan secara bertahap. Dengan pemberian suvenir, petugas ingin memberikan penghargaan sekaligus motivasi pada masyarakat yang tertib dan lengkap dalam berkendara. Sedangkan untuk helm dibagikan pada masyarakat yang helmnya sudah rusak atau tidak memenuhi SNI. Selain itu, helm juga diberikan pada pembonceng anak-anak yang diketahui tidak mengenakan helm," tandasnya.

Kedepannya, dalam sejumlah pengendara yang terjaring dalam operasi keselamatan juga akan diberikan tausiyah. Langkah itu merupakan pendekatan secara agama kepada pengendara yang melanggar agar tertib saat berkendara. Penerapan tausiyah tersebut akan menunggu situasi yang tepat.

"Untuk pengendara yang melanggar akan juga kita beri tausiyah dengan nantinya ada ahlinya. Dan akan kita laksanakan diwaktu yang tepat," tutupnya.