Tak Lagi Jaya, Perajin Stagen Tradisional Bertahan di Era Modern
Ekonomi

Tak Lagi Jaya, Perajin Stagen Tradisional Bertahan di Era Modern

Gatak,(sukoharjo.sorot.co)--Di tengah kemajuan teknologi, beberapa alat atau pakaian tradisional yang dulu banyak dikembangkan mulai tertinggal oleh zaman. Sebagai contoh stagen, kain tradisional khas Jawa yang banyak digunakan perempuan zaman dulu sudah tak banyak lagi digunakan. Alhasil, banyak perajin kain tersebut yang beralih ke industri lain karena minimnya pesanan yang tak sebanding dengan tingginya ongkos produksi.

Di Dukuh Blimbing, Desa Luwang, Kecamatan Gatak, ternyata masih terdapat beberapa warga yang masih melestarikan usaha tenun stagen tradisional yang sangat berbeda jauh dengan teknologi zaman sekarang. Sedikitnya masih terdapat sekitar 15 perajin yang bertahan menekuni pembuatan tenun stagen meskipun minat masyarakat kepada stagen mulai ‎menurun.

Salah sat‎u perajin tenun tradisional, Dirjo Mulyono (60), menyampaikan saat ini usaha tenun stagen tradisional mengalami penurunan dibanding masa jayanya dulu. Saat ini tingginya biaya produksi justru berbanding terbalik dengan hasil yang sudah dipasarkan ke masyarakat.

"Sekarang keuntungannya sangat kecil, padahal modal produksine besar. Untungnya hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja," papar dia saat ditemui, Minggu (11/03/2018).

Dia juga menyayangkan kondisi anak muda yang sekarang ini banyak bekerja di luar desa dan tidak mempunyai ketertarikan terhadap usaha stagen tradisional. Menurutnya saat ini stagen tradisional hanya digunakan pada waktu acara adat atau prosesi Jawa tertentu. 

"Anak saya saja memilih bekerja di pabrik, karena menganggap hasilnya (stagen tradisional) kecil," tandasnya.

Saat ini usaha yang dilakoni Dirjo mengakomodir sebanyak 6 karyawan yang usianya pun sudah tidak muda lagi. Dengan jam kerja dari pukul 08.00-15.00 WIB, usaha Dirjo bisa memproduksi 40 meter kain stagen setiap harinya.

Untuk diketahui, bahan baku kain stagen adalah kain putih yang kemudian diwarna sesuai pesanan. Untuk jenis benangnya ada dua jenis yaitu katun dan kain lawe ukuran 12. Setelah diberi warna kain dijemur dan nanti kemudian digulung dan siap untuk ditenun.

Proses yang agak rumit, membutuhkan satu hingga dua jam untuk benang siap ditenun. Untuk setiap kodi yang dikirim ke pengepul, dihargai Rp 200 ribu.