Peradi Siapkan 100 Pengacara Untuk Warga Lawan PT RUM
Peristiwa

Peradi Siapkan 100 Pengacara Untuk Warga Lawan PT RUM

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Masalah pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) disikapi secara tegas oleh DPC Peradi Surakarta. Tak tanggung-tanggung, Peradi Surakarta menyiapkan 100 pengacara untuk mendampingi masyarakat melawan PT RUM.

"Kami prihatin dengan kondisi masyarakat yang mengeluhkan adanya pencemaran lingkungan baik dari udara maupun air, dan bahkan sudah ada korban. Dan ini kami sikapi sebagai bentuk pencemaran lingkungan terhadap masyarakat dan harus dituntaskan. Kami sudah melakukan rapat internal, dan kami akan menyiapkan 100 pengacara untuk mendampingi masyarakat melawan PT RUM," papar Badrus Zaman, Ketua Peradi Surakarta, saat ditemui, Jumat (9/3/2018)

Dilanjutkan Badrus, pihaknya bekerja sama dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah yang memang mempunyai kompetensi dalam masalah lingkungan hidup. Pihaknya juga telah siap mengajukan gugatan class action terhadap PT RUM. 

"Kita akan tawarkan dulu ke masyarakat terkait gugatan class action ini, jika masyarakat menginginkan. Tetapi dari Walhi sudah menyatakan kesiapannya untuk pengajuan gugatan. Intinya kami siap melakukan gugatan legal standing atau class action," tandasnya

Selain itu, dia menyangsikan keberadaan aparat TNI maupun Polri yang masih berada di wilayah pabrik PT RUM. Dia juga mempertanyakan tanggung jawab pemerintah yang seharusnya sebelum masalah lingkungan selesai, pabrik PT RUM harus ditutup total.

"Kemudian karena disitu kita melihat adanya aparat TNI dan Polri,menurut saya ini bukan ranah dari mereka harusnya mereka keluar dari situ. Kita bukanlah penjahat perang dan lain-lain. Karena tentara adalah hanya untuk menjaga keamanan negara. Dan bagaimana tanggung jawab pemerintah, karena masalah (pengolahan limbah) ini belum selesai, pabrik harus ditutup total, tidak boleh ada pengerjaan apapun di dalamnya," ungkapnya.

Langkah yang akan ditempuh selanjutnya DPC Peradi Surakarta akan membentuk posko bersama, melakukan penanganan hukum, pengawalan kasus warga yang ditangkap dan pendampingan masyarakat termasuk pendampingan pasca penanganam hukum dan penanganan lingkungan.

"Kita berharap masalah ini bisa tuntas, baik secara hukum termasuk masalah lingkungannya," tutupnya.