Terminal Tipe C Tawangsari Diresmikan, Bupati: Seharusnya Rakyat Berterima Kasih
Ekonomi

Terminal Tipe C Tawangsari Diresmikan, Bupati: Seharusnya Rakyat Berterima Kasih

Tawangsari,(sukoharjo.sorot.co)--Diselesaikan November 2017 lalu, Terminal Tipe C di Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari akhirnya diresmikan, Rabu (07/03/2018). ‎Bupati berharap dengan adanya terminal tersebut akan mampu menggairahkan roda perekonomian masyarakat di Tawangsari.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengungkapkan, proses pembangunan terminal tipe C merupakan integrasi fokus pembangunan Sukoharjo bagian selatan. Sebelumnya pemerintah melakukan betonisasi jalur Sukoharjo-Weru, kemudian dilanjutkan rehab Pasar Tawangsari dan kemudian pembangunan terminal tipe C.

"Saya dulu sudah sampaikan kepada Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah), terkait fokus pembangunan Sukoharjo bagian selatan. Dan sekarang hasilnya bisa dinikmati. Saya harap dengan semua pembangunan ini, rakyat ekonominya bisa lebih maju. Seharusnya rakyat Tawangsari dan Weru berterima kasih kepada Pak Ganjar," papar dia.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo, Joko Indriyanto, mengatakan proyek pembangunan terminal tipe C ‎Tawangsari Rp 2.918.966.000,- yang dikerjakan sejak Juni hingga November 2017. Sejumlah fasilitas seperti 41 kios dengan luas 2,5 x 4 meter, musala, instalasi PDAM dan listrik juga sudah ada, tinggal kursi tunggu yang belum ada. 

"Yang belum ada tinggal kursi tunggu, dan nanti sedang kita anggarkan. Kenapa baru kita resmikan bulan ini, karena kita kemarin masih melakukan pemeliharaan dengan beberapa kali melakukan percobaan. Karena untuk yang lahan belakang terminal ini kita adakan pengurukan setinggi 1,8 meter. Jadi kita datangkan truk-truk untuk melihat apakah kondisinya baik-baik saja dan dipastikan sudah tidak ada masalah," tandasnya.

Terpisah, Camat Tawangsari, Suyadi Widodo, menyampaikan jika nanti pedagang yang menempati kios adalah sejumlah pedagang atau pengrajin Tawangsari. Selain itu, nanti saat malam hari tempat tersebut juga akan dimanfaatkan untuk berjualan kuliner.

"Nanti yang jualan di kios ada beberapa pengrajin maupun pedagang dari Tawangsari. Ada macam-macam jualannya, yang penting tidak homogen. Untuk yang jualan kuliner malam bisa diadakan karena kan pasti sepi, tapi sedang kita pikirkan rencananya," pungkasnya.