Dampak Perang Timur Tengah, Perajin Sarung Goyor Keluhkan Harga
Ekonomi

Dampak Perang Timur Tengah, Perajin Sarung Goyor Keluhkan Harga

Tawangsari,(sukoharjo.sorot.co)--Perang yang terjadi di negara-negara di kawasan Timur Tengah pada tahun 2015, rupanya mempengaruhi harga jual sarung goyor yang diproduksi oleh sejumlah perajin di Kecamatan Tawangsari hingga saat ini.

Perajin sarung goyor di Dukuh Kentheng RT 03/05, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Bambang Suroso, menyampaikan seluruh hasil produksi sarung goyor di ekspor ke Negara-negara di kawasan Timur Tengah sejak dulu. Namun, semenjak adanya peperangan yang pada tahun 2015, harga sarung goyor mengalami tekanan.

"Kemarin itu kan di tahun 2015 disana (Timur Tengah) sempat perang, lalu berhenti. Biasanya kalau ekspor, kalau disana perang, barang tidak bisa keluar, terus harga disana bantingan. Nah barang kami biasanya ditekan harganya," tandasnya

Disebut Bambang, kondisi tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Harga jual sarung goyor belum berangsur membaik dibanding sebelum adanya perang. 

"Harga kita masih ditekan, karena situasinya belum membaik dibanding dulu. Paling sekarang keuntungannya hanya sekitar 10-15  persen dari harga ‎jual," ungkapnya

Dia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Hal itu karena jumlah peminat sarung goyor lebih tinggi di luar negeri dibanding masyarakat lokal. Menurutnya, harga sarung goyor sendiri dianggap terlalu tinggi oleh masyarakat lokal dibanding dengan sarung dengan merk seperti gajah duduk maupun yang lain.

"Kalau menurut masyarakat lokal itu harga kita dianggap sudah tinggi, dibanding dengan ‎sarung merek Gajah Duduk. Cuman kalau orang yang sudah sering pakai sarung goyor itu,pasti akan ketagihan, karena khasnya sarung goyor itu hangat. Untuk harga sendiri kita untuk yang kualitas nomer 2 sekitar Rp 150 ribu, untuk yang kualitas nomer 1 sekitar Rp 300 ribu lebih," tutupnya.