Pelaku Penggandaan Kartu ATM Ternyata Seorang Pengacara
Hukum & Kriminal

Pelaku Penggandaan Kartu ATM Ternyata Seorang Pengacara

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Pelaku penggandaan kartu ATM yang ditangkap aparat Polres Sukoharjo ternyata adalah seorang pengacara. SA (46), salah satu pelaku penggandaan yang berdomisili di Kampung Walangarum, Jombor, Kecamatan, Bendosari, ini merupakan lulusan sarjana hukum.

Selain SA, polisi juga menangkap TW (33) alias Kebo, asal Kelurahan Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang bekerja sebagai karyawan swasta. Keduanya dibekuk lantaran melakukan pembobolan rekening dengan modus menggunakan ATM palsu yang telah digandakan.

Informasi yang didapat dari kepolisian, pelaku tak hanya melancarkan aksinya di Wonogiri. Wilayah lain yang jadi target operasi keduanya yakni Pati dan Solo. Kejahatan keduanya telah dilakukan sejak 2010 silam dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 200 juta dalam kurung 7 tahun terakhir.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, menyebut jika modus yang dipakai kedua pelaku tergolong canggih dan mudah diakses melalui online. Pemesanan alat yang dilakukan pelaku pun melalui online yang kemudian dikirimkan ke Indonesia.

"Pelaku mengaku mendapat informasi alat tersebut dari online dan kemudian membeli barang tersebut lewat online. Dengan alat sekecil itu, ini modus baru yang harus diwaspadai karena biasanya yang disasar adalah pemilik BRILink yang berada di wilayah pedesaan," paparnya seusai rilis pelaku penggandaan ATM di Mapolres Sukoharjo, Selasa (13/2/2018)

Dijelaskan Iwan, dua pelaku yang ditangani Polres Sukoharjo, sebelumnya membeli alat skimer seharga Rp 15 juta dari Taiwan. Alat yang berukuran kecil tersebut, bisa digunakan untuk mengnyalin data kartu ATM korban setelah digesek. Kemudian, terdapat satu alat skrimer lagi yang digunakan untuk memindahkan data ke laptop atau komputer dan kemudian mencetak kartu ATM baru dengan data milik korbannya. 

"Jadi trik yang digunakan pelaku adalah membuat korbannya lengah, dan dengan secepat mungkin saat korban lengah, pelaku menggesek kartu ATM ke alat skimmer. Selanjutnya pelaku tinggal berusaha mendapatkan pin korban dan meng-copy data kartu ATM dan membuat kartu ATM baru dengan data si korban. Dari situ pelaku mulai menguras habis isi rekening korban," tandasnya

Berkaca dari kejadian tersebut, Kapolres Sukoharjo mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap orang baru, apalagi sampai yang menawarkan bantuan saat bertransaksi menggunakan kartu ATM. Selain itu ia mengingatkan agar pin ATM tetap dijaga kerahasiaanya.