Bobol Rekening, Sindikat Pengganda Kartu ATM Dibekuk
Hukum & Kriminal

Bobol Rekening, Sindikat Pengganda Kartu ATM Dibekuk

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Jajaran Satreskrim Polres Sukoharjo menangkap dua pelaku tindak pencurian dengan pemberatan berinisial SA (46), warga Balong, Jenawi, Karanganyar, dan TW (33), Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur. SA dan TW melancarkan aksinya lewat modus skimming kartu ATM atau menggandakan ATM palsu.

Kedua pelaku ditangkap Satuan Reskrim Polres Sukoharjo di dua tempat berbeda di wilayah Surakarta pada Jumat (2/2/2018).‎ Sementara itu, kedua pelaku melakukan pencurian pada Rabu (16/8/2017).

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, menyampaikan korbannya adalah Sri Rahayu, seorang agen BRILink di Dukuh Tanuombo RT 01/RW 06, Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Dalam aksinya pelaku membawa alat skimmer berwarna hitam kecil yang berfungsi mengcopi data kartu ATM saat digesek.

"Modus pelaku SA mendatangi pemilik atau agen BR‎Ilink yang biasanya menjadi biro jasa di desa-desa dan berpura-pura hendak mengirimkan uang namun ke nomer rekening yang salah. Dengan alat skimming kecil yang sudah dibawa pelaku, pelaku menunggu kelengahan korban dan menggesek kartu ATM korban dialat yang dibawa. Disitu pelaku juga berusaha menghafal nomer pin dari ATM korban saat korban berulang kali gagal mengirimkan uang ke nomer rekening palsu tersebut," papar dia.

Setelah ATM milik korban berhasil disalin datanya melalui alat skimer, pelaku SA menemui TW yang kemudian menyalin seluruh data dari ke laptop. Kemudian pelaku mencetak ATM baru dari data yang berhasil disalin tersebut dan menguras uang korban dengan pin yang sudah didapatkan sebelumnya. 

"Kita berhasil ungkap berkat kerja sama dengan pihak Bank BNI untuk mendapatkan data transaksi kartu ATM korban. Korban mengaku uang di ATM terkuras Rp 11,5 juta. Kita juga mendapatkan bukti dari rekaman CCTV ATM BNI di pabrik PT RUM, yang menjadi lokasi pelaku menguras isi ATM korban. Kemudian kita kembangkan hingga berakhir dengan tertangkapnya kedua pelaku," tandasnya

Di hadapan petugas, bersangkutan mengaku sudah menjalankan aksinya sejak tahun 2010 dan lebih dari 10 korban yang sudah terkena tipu dayanya. Dari total operasi yang dilakukan, kedua pelaku sudah meraup untung sekitar lebih dari Rp 200 juta.

"Pelaku kita amankan bersama seluruh barang bukti yang digunakan oleh pelaku seperti kendaraan bermotor, ‎laptop,alat skimer dan kartu ATM kosong. Atas perbuatan Pasal 363 ayat 1 ke 4 KHUP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun," tutupnya