Copot Spanduk Protes Limbah, Satpol PP Dinilai Arogan
Peristiwa

Copot Spanduk Protes Limbah, Satpol PP Dinilai Arogan

Bendosari,(sukoharjo.sorot.co)--Menjelang enam hari tenggat waktu yang diberikan kepada PT Rayon Utama Makmur (RUM) untuk menyelesaikan masalah bau limbah, gelombang protes warga terus berdatangan. Sejumlah warga di Dukuh Plarung RT 03/RW 04, Desa Cabeyan, Kecamatan Bendosari memasang spanduk protes menolak PT RUM beroperasi.

Alasan warga, karena pihak pabrik PT RUM hingga saat ini belum juga meyelesaikan permasalah bau limbah udara dari proses produksi di pabrik tersebut. Namun, warga menyayangkan pihak Satpol PP Sukoaharjo yang melepas spanduk yang baru saja dipasang warga tersebut. Pencopotan itu pun memancing emosi warga yang menilai Satpol PP melakukan tindakan sepihak.

Tindakam Satpol PP arogan, karena ini adalah kesepakatan warga. Dan warga hanya bisa menyuarakan aspirasi lewat media ini. Kalau mau copot harusnya ngomong dulu sama warga,” ujar Koordinator Masyarakat Peduli Lingkungan, Ari Suwarno, Senin (12/2/2018).

Ia berharap agar Satpol PP Sukoharjo, tidak melakukan aksi arogan dengan melakukan pencopotan spanduk secara sepihak. Sebagai aparat, warga meminta Satpol PP untuk ikut membantu aspirasi rakyat yang terganggu dengan bau limbah PT RUM. Pasalnya, warga menilai keberadaan spanduk tersebut tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Harapan saya jangan arogan dan harap setiap ada laporan‎ itu dicerna dulu azas kemanfaatannya. Dikonfirmasi dulu sama yang memasang. Dari pada ngurusi spanduk yang tidak menggangu mbok baunya PT RUM itu diurusi. Itukan lebih menggangu juga merugikan masyarakat luas,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, saat coba dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp hanya dibaca saja. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Satpol PP Sukoharjo.