Produsen Jamu Tradisional di Nguter Keluhkan Regulasi Pemerintah
Ekonomi

Produsen Jamu Tradisional di Nguter Keluhkan Regulasi Pemerintah

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Memasuki tahun 2018, sejumlah produsen jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, dirundung berbagai masalah. Pasalnya selain minat masyarakat terhadap produk jamu mulai menurun, beberapa aturan dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dinilai menyulitkan produsen jamu.

Anggota Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo, Mulyadi, mengungkapkan, dua regulasi yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan seperti Permenkes No 6 tahun 2012 tentang Industri Dan Usaha Obat Tradisional dan Permenkes No 7 tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional membuat pengusaha menjerit. Selain itu, masih ada beberapa peraturan yang berbelit-belit dari BPOM terkait pembuatan dan pendaftaran produk jamu.

Bagi industri kecil konsentrasi produksi kita terpecah, banyak kendala yang kita hadapi mulai dari regulasi aturan. Kita berusaha mencari modal, sekali kita kehilangan suatu modal, kita tidak bisa apa apa. Karena banyak aturan di sana sini, jadi kita sangat berhati-hati,” uajenya, ditemui Minggu (11/2/2018)

Tidak jarang, para produsen jamu dibuat bingung dengan statment yang dikeluarkan dari tiap pengurus BPOM yang dinilainya berbeda-beda. Ia menilai, regulasi yang dikeluarkan tersebut baik bagi produsen dan konsumen jamu, namun kekuatan industri kecil juga harus dipertimbangkan. 

Ditambah Mulyadi, akibat minat masyarakat terhadap jamu menurun, sejumlah pengusaha perantau yang biasanya pulang kampung Sukoharjo tak lagi membeli jamu dalam jumlah banyak. Sebelumnya, para pengusaha dagang jamu luar daerah datang ke Sukoharjo untuk membeli jamu bagi karyawan dan pegawainya.

Ada sekitar 60 produsen jamu di Nguter. Kamu berharap industri jamu dari tahun ke tahun tidak semakin redup,” tandasnya.