Minim Pelajaran Budi Pekerti, Picu Tingginya Kasus Kekerasan Antar Pelajar
Pendidikan

Minim Pelajaran Budi Pekerti, Picu Tingginya Kasus Kekerasan Antar Pelajar

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Riyanto menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kasus kekerasan terhadap pelajar atau anak di bawah umur. Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut menilai aksi kekerasan itu merupakan dampak dari modernisasi dan kurangnya mata pelajaran budi pekerti di sekolah-sekolah.

Ia menganggap, permasalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat dan orang tua masing-masing.

Sangat memprihatinkan, makin banyak saja kasus atau kejadian kekerasan yang dilakukan para pelajar. Baik itu sesama teman, pada orang lain, pada guru bahkan pada orang tuanya. Hal ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” papar Bambang Riyanto, saat acara Dengar Pendapat Masyarakat yang digelar di SMK 1 Veteran Sukoharjo, Jumat (9/2/2018).

Bambang menilai, lemahnya nilai-nilai budi pekerti yang juga masuk dalam nilai Pancasila, kurang diberikan pada anak didik saat ini. Diakui, pelajaran budi pekerti sudah termasuk dalam pelajaran agama, namun itu dinilai masih memiliki kekurangan dan belum spesifik. 

Idealnya memang ada pelajaran khusus budi pekerti sejak dini, ini demi menyelamatkan generasi muda untuk masa depan,” tandasnya.

Pihaknya mencontohkan, jaman dulu, bila ada guru masuk halaman sekolah naik sepeda, kita para siswa sudah berebut membawakan tasnya, menuntunkan sepedanya, ataupun membawakan topinya. Namun seiring dengan perkembangan kebebasan bersikap malah disalahartikan dengan tingkah laku yang kebablasan.

Pernyataan seada diungkapkan Kepala SMK 1 Veteran, Drs Dadi, yang meras prihatin dengan maraknya kekerasan yang terjadi antar pelajar. Pihaknya selaku lembaga yang memberikan pendidikan kepada anak-anak sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberkan pelajaran budi pekerti kepada peserta didik.

Kita tidak kurang memberikan pemahaman budi pekerti pada siswa. Tidak hanya melalui pelajaran saja namun dalam setiap kegiatan selalu kami cerminkan norma budi pekerti dan penanaman nilai Pancasila. Diantaranya dengan kegiatan bersama siswa dan guru, dengan mengintensifkan komunikasi,” tandas Dadi.