Alami Gangguan Pernafasan, Dua Warga Nguter Dilarikan ke Rumah Sakit
Peristiwa

Alami Gangguan Pernafasan, Dua Warga Nguter Dilarikan ke Rumah Sakit

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Dua warga Nguter harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit diduga akibat menghirup udara yang telah tercampur dengan bau gas PT Rayon Utama Makmur (RUM). Keduanya adalah Al, balita berusia 1 tahun dari Dukuh Ngrapah dan Tukino (60) warga Desa Pengkol yang masing - masing dirawat di RS Dr. Oen dan RS PKU Selogiri.

Informasi yang berhasil dihimpun, Tukino mengalami sesak nafas diduga akibat terlalu lama menghirup bau menyengat dari limbah pabrik.

"Yang tak rasakne (rasakan) sesek (sesak). Apalagi nek enjing (kalau pagi) ambune (baunya) nyengat banget (menyengat sekali)," kata Tukino saat dikonfirmasi, Selasa (30/01).

Sementara itu, Al (1) balita berjenis kelamin laki - laki ini mengalami iritasi di saluran pernafasan. Perwakilan masyarakat setempat, Yunus Tomo menyampaikan, saat meminta hasil pengecekan kesehatan, pihak RS Dr. Oen hingga kini belum memberikan. 

"Saat kami minta hasil lab, tidak dikasih. Tapi dari keterangan ibu sang bayi, kalau ia sudah diberikan saran oleh dokter rumah sakit agar setelah si bayi sembuh, untuk sementara tidak tinggal di lingkungan yang lama dan harus pindah agar penyakitnya tidak semakin parah. Rencananya mau pindah ke daerah Langenharjo, Grogol," papar Yunus.

Terpisah, pengurus organisasi Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), Bambang Wahyudi menilai, tidak bisa secara spesifik menyebutkan bahwa penyakit yang diderita warga Nguter itu akibat limbah pabrik. Namun, jika melihat dari posisi rumah yang bergandengan dengan pabrik, dugaan kuat pun akhirnya mengarah ke kondisi tersebut.

"Indikasi iritasi itu artinya ada gas yang dihirup berlebihan dalam kandungan H2S dan penyebab bau lainnya. Salah satu ciri khas pencemaran H2S adalah iritasi kulit dan saluran nafas," pungkasnya.