Masalah Bau Limbah PT RUM Dapat Diatasi Dengan Cara Ini
Sosial

Masalah Bau Limbah PT RUM Dapat Diatasi Dengan Cara Ini

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Seorang praktisi Pertanian dan Lingkungan asal Mojolaban Sukoharjo, Hery Sulistyo mengunjungi PT Rayon Utama Makmur (RUM).Kedatangannya ke PT RUM untuk melihat secara langsung proses produksi dan instalasi pengolohan limbah di pabrik tersebut menyusu permasalahan limbah yang dirasakan masyarakat

Saat dikonfirmasi media ini, Kamis (10/1/2018), Hery mengungkapkan, ia mengaku prihatin dengan kondisi bau yang diresahkan warga karena hingga saat ini masih belum bisa diselesaikan. Setelah mengunjungi langsung loaksi pabrik, ia mendapati langsung bau menyengat yang berada di lokasi IPAL pabrik PT RUM.

Ia menyebut, bau yang timbul diakibatkan proses yang belum sempurna dalam penampungan pengolahan limbah pabrik yang pertama. Menurutnya penggunaan bahan-bahan yang sangat kuat, menyebabkan adanya bau yang timbul yang menyengat.

Sebenarnya bau itu ada di proses tempat penampungan pengolahan limbah yang pertama. Kalau hasil limbah cair yang sudah diolah itu sudah aman. PH nya sesuai standar dan aman dibuang di sungai,”ujar dia.

Dari pengamatannya, ia mempunyai ide untuk mengurai limbah pabrik agar tidak bau dengan mencampurkannya dengan mikroba. Ia menilai prinsip mikroba sebagai pengurai, akan mampu mengurai limbah pabrik sehingga tidak berbau. Ia menyakini dengan kualitas mikroba terbaik, akan mampu bertahan di dalam lingkungan yang panas dan kondisi apapun dalam proses pengolahan limbah. 

Inti mikroba itu adalah pengurai, hal hal yang tidak baik jadi baik. Bahan-bahan kimia yang tidak baik nanti akan berubah jadi nutrisi yang dibutuhkan oleh lingkungan. Saat ini saya sedang meneliti sampel limbah yang dikirimkan PT RUM ke rumah saya. Akan saya coba untuk menetralisirnya dengan mikroba yang saya buat. Kalau sudah pas, saya yakin 1 x 24 jam akan selesai (permasalahan bau),” paparnya.

Sementara, Presiden Direktur PT RUM, Pramono, menyambut baik ide yang ditawarkan oleh Hery Sulistyo tersebut. Ia bahkan tidak menyangka akan berfikir ke arah itu, untuk menyelesaikan permasalahan bau limbah tersebut.

"Itu ide yang tidak terpikirkan oleh saya, dan hal itu harus dicoba untuk menghilangkan bau. Kami juga sudah mengirimkan sample limbah agar bisa dicoba dulu oleh Pak Hery. Saat ini yang kami inginkan adalah bau segera hilang dan tidak merugikan masyarakat dan juga pabrik,” katanya.