Pertemuan Diwarnai Emosi, Bupati Nyatakan Siap Tutup PT RUM
Peristiwa

Pertemuan Diwarnai Emosi, Bupati Nyatakan Siap Tutup PT RUM

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Pertemuan warga bersama musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Sukoharjo dan PT Rayon Utama Makmur di Gedung Pertemuan Ibu Dastuti, Kelurahan Gupit, Kecamatan Nguter, Selasa (9/1/2018), berlangsung panas dan penuh emosi. Bahkan, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, sempat terpancing emosi lantaran banyak warga yang meneriakinya saat berbicara di depan forum.

Saya ini Bupati, kalau saya ngomong harus didengarkan. Jangan diteriaki seperti itu. Jujur saya tersinggung ini. Dengarkan baik-baik dulu, kemudian disimpulkan, jangan memotong seenaknya,” ujarnya dia sembari menahan emosi.

Ia menegaskan, akan menutup pabrik PT RUM jika memang limbah yang dihasilkan dalam proses produkdi selama ini mengandung racun. Namun, hal itu tidak bisa serta merta dilakukan, karena butuh kajian yang cermat serta usaha yang keras dari semua pihak. 

Salah satu upaya Pemkab Sukoharjo dalam mengatasi permasalahan limba tersebut yakni dengan membentuk tim independen yang bertugas melakukan penelitian di pabrik PT RUM. Tim telah mengambil sample limbah dan melakukan pemeriksaan di laboratorium guna melihat kandungan dalam limbah tersebut.

Pemerintah tidak diam, tidak tuli. Kami sudah bentuk tim independen untuk mengatasi permasalahan bau itu. Tim itu menguji sampel limbah air maupun udara, maka mari kita tungu hasilnya. Kalau memang ditemukan beracun, saya akan tutup PT RUM, tapi kalau tidak, jangan nggege mongso,” tegasnya.

Sementara, dalam sesi tanya jawab dalam forum pertemuan itu, perwakilan warga, Ari Suwarno, mengungkapkan, sampai saat ini dua keinginan warga untuk bertemu dengan pemerintah tidak ditanggapi dengan serius.

Kami sudah mencoba bertemu dengan Bupati dan mengajukan publik hearing kepada DPRD, tapi sudah sampai sebulan ini tidak ada respon. Sekali ada pertemuan ini, harus berhenti karena waktunya sudah habis. Wakil rakyat macam apa ini,” ungkapnya jengkel.

Jalannya forum pertemuan diakhiri setelah tiga orang perwakilan warga menyampaikan pernyataan di depan managemen PT RUM dan Muspida, berteatan dengan waktu shalat dzuhur. Ratusan warga yang datang merasa belum puas dengan hasil pertemuan dan membubarkan diri dengan penuh kekecewaan.