Molor dari Target, Dua Kontraktor Proyek Pemkab Dijatuhi Denda
Pemerintahan

Molor dari Target, Dua Kontraktor Proyek Pemkab Dijatuhi Denda

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Pelaksana proyek pembangunan Masjid Agung Sukoharjo dan pembangunan Jembatan Lengking harus menerima denda karena tidak dapat menyelesaikan pembangunan tepat waktu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Suraji menuturkan, pembangunan Masjid Agung Sukoharjo molor 11 hari. Sedangkan pembangunan Jembatan Lengking hingga kini masih dalam pengerjaan. Pihak kontraktor diberikan tambahan waktu selama 50 hari terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017.

Meski sudah selesai, tetapi masih ada scaffolding di lokasi masjid, untuk tahap penyelesaian. Karena masih ada beberapa bagian yang belum rapi, dan saya minta dirapikan sekalian. Untuk Jembatan Lengking sudah 98 persen,” tutur Suraji, Kamis (4/1/2018)

Ia menjelsakan, untuk besaran denda yang dijatuhkan kepada kontraktor pembangunan Jembatan Lengking yakni 1/1000 dari nilai kontrak atau sekitar Rp 12 juta per hari. Sedangkan untuk kontraktor Masjid Agung Sukoharjo yang melebihi 11 hari dari tenggat waktu, dikenakan denda sekitar Rp 31 juta. 

Semua dikenakan denda karena melebihi tenggat waktu, Kalau tambahan waktu yang diberikan juga tidak selesai, kita blacklist,” tandasnya.

Diketahui, pengerjaan Jembatan Lengking dalam kontrak tertera 150 hari oleh PT Mitra Andalan Sakti yang memenangkan lelang sekitar Rp. 12,464 milyar. Sedangkan pembangunan Masjid Agung Sukoharjo dikerjakan oleh PT Sinar Cerah Sempurna dengan nilai lelang yang dimenangkan sekitar Rp 30 milyar.