Akademisi UNS Luruskan Pemberitaan Soal Limbah PT RUM
Peristiwa

Akademisi UNS Luruskan Pemberitaan Soal Limbah PT RUM

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Seorang akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prabang Lestyono, menyayangkan pemberitaan di media massa yang tidak secara utuh mengutip pernyataannya terkait limbah PT RUM. Dengan pemberitaan yang tidak lengkap tersebut, dirinya sempat dinilai tidak berpihak kepada masyarakat terdampak limbah.

Meskipun hasi laboratorium sampel limbah PT RUM masih berada di bawah ambang baku mutu dan belum berbahaya, namun ia menegaskan limbah PT RUM bisa berpotensi membahayakan. Namun, dalam pemberitaan yang keluar di media massa hanya menekankan limbah PT RUM masih di bawah baku mutu dan belum berbahaya.

Di berita tertulis, limbah PT RUM masih di bawah ambang baku mutu dan belum berbahaya. Itu kan hanya sepotong. Memang hasil lab berbicara seperti itu, namun saya juga sampaikan, limbah PT RUM bisa berbahaya jika tidak segera dilakukan perbaikan. Bukannya saya tidak tahu kalau ada bau, waktu saya mengambil sample limbah, saya juga merasakan bau di dalam pabrik,” paparnya, dihubungi Selasa (2/1).

Ia juga mengklarifikasi, pihak UNS Surakarta tidak telibat sama sekali dalam hasil uji lab limbah PT RUM yang ia lakukan. Ia mengaku diminta Bupati dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo untuk memediasi kasus pencemaran limbah PT RUM. Sehingga, ia harus mengetahui secara utuh sumber pencemarannya dengan cara melakukan uji sampel limbah dari PT RUM. Uji lab dilakukan di laboratorium yang independen dan sudah terakreditasi nasional, sehingga tidak diragukan dalam kompetensi maupun fasilitasnya. 

Menurutnya, bau yang selama ini dirasakan bukan berasal dari instalasi pengolahan limbah PT RUM, melainkan saat proses transfer atau pengolahan produksi. Sebuah pabrik serat sangat identik dengan bau, dapat diminimalisir dengan cara menemukan sumber masalahnya bau tersebut.

Bau itu walaupun sedikit ya tetap berbahaya, tapi kita minta masyarakat juga bersabar. Karena prosesnya tidak cepat. Kita juga sudah berikan rekomendasi kepada PT RUM untuk bagaimana saat produksi tidak menimbulkan bau. Nanti rekomendasinya akan publikasikan hari Kamis,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil dari uji laboratorium sudah disampaikan ke PT RUM agar permasalahan limbah dapat segera diselesaikan. Salah satunya, mengenai pipa pembuangan limbah cair yang masih dalam proses pemasangan.