PNS Berpenghasilan Cukup, Jangan Gunakan Gas Tiga Kilogram
Pemerintahan

PNS Berpenghasilan Cukup, Jangan Gunakan Gas Tiga Kilogram

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Terhitung mulai Desember 2017, seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten di Sukoharjo dilarang menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Larangan itu ditetapkan oleh Bupati Sukoharjo dalam surat edaran nomor 500/4047/2017 yang ditujukan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sukoharjo dan para camat se Kabupaten Sukoharjo.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) Sukoharjo Sutarmo, mengatakan, pemerintah pusat sudah mengeluarkan larangan bagi PNS menggunakan gas elpiji 3 kilo karena sudah dianggap mampu. Elpiji 3 kilo yang merupakan subsidi pemerintah hanya diperbolehkan untuk kalangan masyarakat miskin.

Gas melon diperuntukkan untuk konsumen rumah tangga yang berpenghasilan tidak lebih dari Rp 1,5 juta per bulan dan untuk usaha mikro dengan kriteria tertentu. ASN itu kan termasuk golongan mampu, karena gajinya lebih dari itu. Jadi ASN di wilayah Sukoharjo tidak diperbolehkan memakai gas melon,” papar dia saat dihubungi, Rabu (6/12).

Selain itu, ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk beralih dengan menggunakan LPG Non Subsidi, yaitu Bright Gas 5,5 kg dan Elpiji kemasan 12 kilogram. Walaupun proses pengawasan sulit dilakukan, namun seharusnya sanksi sosial akan menjadi ancaman bagi ASN yang melanggar aturan tersebut. 

Seharusnya ASN ikut mensukseskan program tersebut yang bertujuan agar elpiji ukuran 3 kilo bisa tepat guna dan tepat sasaran. Dan saya juga mengharapkan masyarakat juga ikut mengawasi terkait aturan ini,” tandasnya.

Salah satu warga Desa Sanggrahan, Grogol, Naharuddin, mengaku sangat setuju dengan aturan tersebut. Ia menilai sudah banyak fasilitas yang bisa dinikmati oleh ASN, dan seharusnya bisa ikut terlibat dalam mensukseskan program pemerintah.

ASN itukan sudah mendapat banyak fasilitas dari pemerintah. Seharusnya juga bisa berbagi dengan masyarakat yang tidak mampu agar mendapat haknya,” katanya.