Soal Bau Limbah, PT RUM Diminta Hentikan Sementara Aktivitas Produksi
Sosial

Soal Bau Limbah, PT RUM Diminta Hentikan Sementara Aktivitas Produksi

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)--Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, menggelar diskusi publik terkait pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM), Selasa (5/12/2017). Rektor IAIN Dr. H. Mudhofir, menyatakan, diskusi mengambil tema ‘upaya mewujudkan keadilan ekologi demi lingkungan yang lestari’.

Diskusi digelar bertujuan untuk membuka pengetahuan bersama mengenai dampak lingkungan yang disebabkan oleh limbah PT RUM.

Staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Purwanto Adi Nugroho, menuturkan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) ke dua PT RUM tahun 2014 dinyatakan layak. Bupati Sukoharjo juga telah mengeluarkan ijin lingkungan yang memperbolehkan PT RUM untuk pembangunan pabrik.

Kalau warga ingin meminta Amdal di DLH, akan kami berikan karena itu merupakan dokumen publik. Namun sampai saat ini kami dari DLH baru bisa menguji untuk limbah cair, karena untuk limbah gas kami belum mempunyai laboratorum yang lengkap,” tutrnya.

Sementara itu, Dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Dr. Harry Jocom, mengkritik alasan dari DLH Sukoharjo yang mengaku tidak memiliki peralatan untuk menguji limbah udara dari PT RUM. Ia menilai tupoksi dari DLH seharusnya bukan hanya menjadi mediator, tetap harus menemukan permasalahan pencemaran dari pabrik. 

Menurutnya, pihak pabrik dan pihak DLH tidak berani menyatakan masalah bau tersebut sebagai pencemaran lingkungan. Pihak-pihak tersebut seharusnya segera mencari sumber permasalahan terkait limbah dan menentukan jalan keluar yang paling baik. Harry Jocom juga menyarankan agar aktivitas produksi di PT RUM dihentikan sementara sampai ditemukan solusi permasalahan limbah tersebut.

Pihak pabrik dan DLH harus mengakui kalau itu merupakan pencemaran dan harus mencari solusi bersama, bagaimanapun caranya walaupun peralatannya kurang. Pihak pabrik juga harus menghentikan sementara produksi untuk mencari titik mana yang menyebabkan munculnya bau tersebut,” tandansya.

Hingga saat ini pihak PT RUM, masih melakukan upaya untuk menghilangkan bau limbah yang dirasakan oleh warga di sekitar pabrik. Bahkan, alat detector juga sudah didatangkan untuk melihat apakah lingkungan di masyarakat terkena dampak.