Gunungkidul Berstatus Siaga Darurat Bencana, Pameran Bonsai Jalan Terus
Komunitas

Gunungkidul Berstatus Siaga Darurat Bencana, Pameran Bonsai Jalan Terus

Wonosari,(sukoharjo.sorot.co)--Bupati Gunungkidul Badingah menetapkan status Siaga Darurat Bencana untuk Kabupaten Gunungkidul, hingga tanggal 4 Desember 2017. Di tengah kondisi tanggap daruat bencana tersebut, tidak menyurutkan niat Komunitas Bonsai Gunungkidul untuk menggelar event Pameran Bonsai.

Ketua Panitia Pameran, Ismail Ishom, mengatakan, event pameran bonsai ini baru kali pertama digelar di Gunungkidul. Menurutnya, dampak bencana yang ditimbulkan cuaca ekstrem beberapa hari lalu sudah masuk masa pemulihan, sehingga tidak mengganggu jalannya event pameran tersebut.

Saya pastikan dan sangat yakin Gunungkidul aman. Bencana yang terjadi sudah berlalu,” katanya Jumat, (01/12).

Pria yang akrab disapa Ishom itu menambahkan, meski beberapa titik di Jalan Jogja-Wonosari ikut terkena imbas dar bencana banjir dan longsor, namun jalur ini masih aman untuk dilalui kendaraan. Ia menegaskan semua persiapan pameran sudah dilakukan sejak Jumat pagi pun tindak terpengaruh dengan kondisi pasca bencana di Gunungkidul. 

Bagi para peserta, peminat dan pecinta bonsai tidak perlu khawatir untuk datang ke event yang digelar di taman Kota Wonosari mulai 1 Desember hingga 10 Desember 2017 mendatang. Ia memastikan kondisi secara umum wilayah Gunungkidul tergolong sudah aman.

Ini juga bisa jadi dua kegiatan, mereka yang datang ke Gunungkidul untuk ikut kontes dan pameran bonsai barang kali tergerak untuk sedikit menyumbangkan rejeki pada korban bencana. Panitia pameran juga akan ikut andil untuk membantu para korban bencana, sehingga dapat meringankan beban mereka yang tengah ditimap musibah,” tambahnya.

Diprediksi kontes dan pameran bonsai ini akan tembus hingga 250 peserta. Pasalnya sejumlah komunitas sudah berkoordinasi dengan pihak panitia. Peserta pameran ini tidak hanya dari Gunungkidul saja, melainkan dari daerah luar seperti Kulon Progo, Bantul, Kota, dan dari Klaten Jawa Tengah.

Target kami semula hanya 150 peserta tapi kami yakin pesertanya justru akan tembus hingga 250,” imbuhnya.