WALHI Pertanyakan Hasil Uji Lab Limbah Pabrik PT RUM
Sosial

WALHI Pertanyakan Hasil Uji Lab Limbah Pabrik PT RUM

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Hasil uji laboratorium sample air limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang di lakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, dinyatakan sesuai baku mutu. Empat sample diambil oleh DLH Sukoharjo dari lokasi Outlet IPAL PT RUM, Saluran Limbah PT RUM, Sungai Langsur, dan Outlet IPAL PT Sritex pada 26 Oktober dan 31 Oktober 2017.

Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup DLH Sukoharjo, Harjanti, menuturkan, uji lab tersebut dilakukan di Laboratorium DLH. Dan dari seluruh sample yang diambil dinyatakan sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan.

Kita sudah ambil samplenya dan semua sesuai dengan baku mutu. Untuk uji sample limbah udara kita tidak bisa lakukan karena membutuhkan banyak biaya dan DLH tidak mempunyai fasilitas tersebut. Kita sarankan kepada PT RUM untuk melakukan uji lab limbah udaranya,” paparnya, dihubungi Jumat (1/12).

Dikonfirmasi terpisah, anggota Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah, Agus Muhammad, mengatakan, pihaknya menghormati terhadap hasil uji lab tersebut. Namun, pihaknya mempertanyakan waktu pengambilan yang seharusnya dilakukan secara berkala 

Kita hargai hasil lab berbicara seperti itu, namun sample yang diambil itu pada Oktober. Bagaimana kita tahu setelahnya? Karena dalam prakteknya banyak ditemui perusahaan melakukan tindakan nakal,” katanya.

Agus menambakan, harusnya PT RUM sebagai perusahaan besar mengambil sikap tegas dan tidak cenderung mengabaikan masalah lingkungan yang akhirnya berdampak terhadap warga. Pabrik juga harus punya itikad baik dan melibatkan masyarakat untuk mengetahui kandungan setiap limbah yang dihasilkan dalam proses produski/

Uji lab harus dilakukan secara berkala, tidak hanya sekali saja,” tandasnya.

Sebelumnya, WALHI Jawa Tengah melakukakan penelitian cepat selama dalm satu minggu di wilayah sekitar PT RUM. Dalam penelitian cepat tersebut, ditemukan keseluruhan ekosistem sungai kecil yang digunakan warga mengalami kepunahan atau mati.