Tuntutan Tak Segera Dipenuhi, Warga Ancam Blokade Akses Masuk Pabrik
Peristiwa

Tuntutan Tak Segera Dipenuhi, Warga Ancam Blokade Akses Masuk Pabrik

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Warga terdampak limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Kamis (30/11) kembali berunjuk rasa terkait lbau busuk limbah yang maish dirasakan. Warga meminta pihak pabrik serius melakukan penanganan terhadap limbah dan mematuhi semua kesepakatan yang audah ada.

Dalam aksinya kemarin, warga kembali mengeluarkan pernyataan yang disampaikan kepada piha pabrik. Warga juga meminta lima butir pernyataan ditanda tangani oleh Presiden Direktur untuk menyetujui semua isi tuntutan warga.

Lima butir pernyataan tersebut antara lain, PT RUM diminta tidak melaksanakan produksi selama bau gas beracun masih tercium oleh warga. Pabrik wajib menutup seluruh saluran yang menuju ke sungai warga paling lambat 11 Desember 2017.

Selain itu pihak pabrik harus mengambil sampel air seluruh sumur warga Tawang Krajan, RT 01 dan RT 02/RW 08 Desa Gupit, untuk dilakukan uji laboratorium paling lambat 11 Desember 2017. Kemudian memberikan ijin warga untuk melakukan test udara di pemukiman warga secara bertahap dan bersedia memasang sensor gas di tujuh titik berbeda paling lambat tanggal 11 Desember 2017.

Koordinator aksi, Ari Suwarno, menyampaikan apabila salah satu tuntutan tidak dilakukan, warga berhak melakukan blokade.

Kami akan melakukan blokade pintu gerbang masuk pabrik dan melarang seluruh kendaraan truk, kontainer dan lain-lain masuk ke dalam PT RUM sampai seluruh pernyataan dipenuhi,” ujarnya.

Sementara, Direktur Umum PT RUM, Mochamad Rachmat menuturkan, akan secepatnya memenuhi 8 point kesepakatan awal, termasuk pemasangan alat detektor. Pasalnya alat detektor yang berharga miliyaran rupiah tersebut dipesan dari luar negeri dan sedang dalam proses pengiriman. 

Kami akan secepatnya memenuhi point kesepakatan yang telah disepakati pada demo sebelumnya,” tutupnya.