Limbah Busuk PT RUM Masih Mengganggu, Warga Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa
Peristiwa

Limbah Busuk PT RUM Masih Mengganggu, Warga Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Ratusan warga Desa Plesan, Desa Gupit, Desa Celep, Kecamatan Nguter, kembali berunjuk rasa di depan pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM), Kamis (30/11/2017). Warga memprotes pengolahan limbah pabrik yang hingga saat ini masih dirasakan mengganggu warga di sekitar loaksi pabrik.

Dalam aksinya kali ini, warga didampingi oleh puluhan mahasiswa dari Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Universitas Slamet Riyadi (Unisri), IIM. Selain itu, sejumlah organisasi ekstra kampus, seperti ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo dan Surakarta, serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga turut dalam aksi yag digelar warga.

Sebanyak 500 orang massa aksi mengawal unjuk rasa dengan aksi longmarch sejauh 300 meter menuju pabrik. Sepanjang jalan peserta aksi meneriakkan orasi dan nyanyian untuk mentutup PT RUM.

Koordinator Aksi, Ari Susanto, menyampaikan jika sampai saat ini pihak direksi PT RUM belum melaksanakan 8 point kesepakatan pada aksi yang pertama. Dan hingga saat ini masyarakat sekitar pabrik masih merasakan bau busuk yang sangat menyengat dari limbah udara PT RUM.

Sampai saat ini PT RUM belum melaksanakan point kesepakatan yang dibuat oleh warga dan PT RUM. Warga saat ini marah dan meminta kepastian kepada PT RUM terkait limbah yang masih menyerang warga. Kalau tidak bisa mengatasi bau ini, pabrik harus ditutup,” papar dia.

Sementara, salah satu mahasiswa dari IMM, Panji Akbar Ramadhani, menyampaikan, pihaknya sangat mendukung tuntutan warga sampai kasus yang dihadapi warga dapat terselesaikan. Ia menegaskan, akan melakukan penelitian lingkungan di sekitar pabrik untuk mengetahui efek limbah dari PT RUM. 

Kita akan dukung warga menuntut hak haknya dari pabrik. Kita juga akan adakan penelitian lingkungan sekitar pabrik agar jadi pembanding data amdal pabrik. Supaya masyarakat paham dampak dari pabrik,” tandasnya.

Puluhan petugas kepolisian Sukoharjo, mengamankan jalannya aksi di depan pabrik. Warga meminta jajaran direksi PT RUM untuk keluar dan menemui warga di depan pabrik.