Air Sungai Bengawan Solo Belum Surut, Banjir Masih Menggenangi Pemukiman Warga
Peristiwa

Air Sungai Bengawan Solo Belum Surut, Banjir Masih Menggenangi Pemukiman Warga

Grogol,(sukoharjo.sorot.co)--Banjir akibat luapan air Sungai Bengawan Solo, hingga Rabu (29/11/2017) siang, masih yang menggenang wilayah Dukuh Nusupan RT 03 dan RT 04/RW 05, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol. Ketinggian air bervariasi antara antara 40 hingga 60 sentimeter atau setinggi perut orang dewasa.

Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah warga yang sempat mengungsi sudah kembali untuk membersihkan rumahnya masing-masing. Salah satu warga RT 04/RW 05, Santi (40), menyampaikan, sejauh ini air belum berangsur turun. Namun ia sudah kembali ke rumah untuk membersihkan area di dalam rumah dan mengamankan barang berharga.

Tadi malam tergenang sekitar pukul 23.00 WIB setinggi kepala orang dewasa, hampir dua meter. Semua warga diungsikan ke masjid An-Nikmah, Nusupan,” ujarnya, Rabu siang.

Ia menambahkan, meski memaska sejumlah warga harus mengungsi, namun banjir yang terjadi pada tahun ini tidak separah pada tahun lalu. Menurutnya, di tahun 2016, luapan air sampai masuk dalam rumah dan merendam hamir semua rumah warga. 

Wilayah ini, kata dia, selalu menjadi langganan banjir karena belum adanya tanggul antara Sungai Bengawan Solo dengan pemukiman warga. Dalam setahun, banjir bisa terjadi hingga tujuh kali dan hampir semua akibat luapan sir Sungai Bengawan Solo. Masyarakat berharap, pemerintah segera membuat tanggul di sungi tersebut, sehingga banjir tidak terulang.

Terpisah, Camat Grogol, Bagas Windaryatno, menyampaikan, beberapa warga yang mengungsi sudah mendapatkan bantuan logistik berupa kebutuah makan dan kebutuhan lainnya. Bantuan datang dari pemerintah dan beberapa perusahaan swasta yang simpati melihat kondisi bencana banjir yang terjadi.

Saya prediksi genangan air belum akan surut karena debit air di Sungai Bengawan Solo juga belum berkurang. Dan warga masih akan bertahan di sini,” katanya.