Kondisi Kian Memprihatinkan, Pedagang Usulkan Pasar Ir Soekarno Dijadikan Mall
Ekonomi

Kondisi Kian Memprihatinkan, Pedagang Usulkan Pasar Ir Soekarno Dijadikan Mall

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Masih hangat pedagang mengusulkan penambahan fasilitas keamanan dan peningkatan promosi, kini sejumlah pedagang di Pasar Ir Soekarno mengusulkan untuk merubah pasar tersebut menjadi mall. Alasannya, saat ini kondisi pasar sangat sepi pembeli dan jumlah pedagang yang berjualan di pasar ini tinggal separuh dari sebelumnya.

Dalam dua tahun terakhir perkembangan ekonomi di pasar ini sangat memprihatinkan karena kondisi pasar semakin sepi dari aktivitas. Sejumlah pedagang mulai putus asa, karena tidak ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk kembali menghidupkan pasar.

Menurut salah seoran pedagang, Margono, sepinya Pasar Ir Soekarno disebabkan beberapa faktor di antaranya munculnya beberapa toko modern di sekitar lokasi pasar. Selain itu, banyaknya pedagang yang justru tidak berjualan di dalam pasar dan memilih berjualan di luar pasar sehingga menjadikan pasar bertambah sepi.

Jika pemerintah mau masuk dan melihat di dalam, banyak sekali kios yang masih kosong. Memang kios atau los yang sudah disewa, namun pemiliknya justru memilih berjualan di luar pasar karena lebih ramai dan banyak pengunjung. Keadaan di dalam pasar menjadi mencekam. Saran saya tempat ini diganti menjadi mall saja, kemudian pedagang dipindahkan ke tempat lain yang lebih baik,” papar Margono, ditemui, Rabu (8/11).

Hal senada disampaikan Joko, pedagang pakaian di lantai dua Pasar Ir. Soekarno. Sejak pasar direnovasi, omzet penjualan pakaiannya justru semakin merosot. Minimnya pengunjung yang datang, menurutnya, disebabkan kontruksi bangunan yang dinilai membuat pengunjung malas untuk naik ke lantai dua. Tangga menuju ke lantai dua dianggap terlalu tinggi, terlebih bagi pengunjung yang sudah berusia lanjut. 

Orang akan kesusahan untuk berkunjung ke atas. Aksesnya juga hanya lewat tangga saja, tidak seperti di toko-toko modern di sekitar Pasar Ir Soekarno,” tuturnya.

Bangunan Pasar Ir. Soekarno yang menelan biaya hingga Rp 48 miliar tersebut, kini hanya ditempati sekitar separuh dari total oedagang yang berjumlah sekitar 636 pedagang. Hingga saat ini pedagang masih menantikan keseriusan dari pemerintah daerah untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dialami pedagang di Pasar Ir Soekaro.