Usaha Bangkrut, Tunggakan Pinjaman Anggota Gapoktan Capai Ratusan Juta
Peristiwa

Usaha Bangkrut, Tunggakan Pinjaman Anggota Gapoktan Capai Ratusan Juta

Bendosari,(sukoharjo.sorot.co)--Sejumlah anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makaryo Luhur, Mertan, Kecamatan Bendosari, mempertanyakan pengelolaan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) tahun 2009. Hingga saat ini, dana bernilai ratusan juta rupiah tersebut masih di tangan kepengurusan Gapoktan yang lama.

Salah seorang anggota, Jarno, menuturkan meksi kepengurusan Gapoktan sudah berganti, namun dana PUAP senilai sekitar Rp 100 juta hingga kini belum dikembalikan. Sebelumnya, Kamidi selaku Ketua Gapoktan lama berjanji akan mengembalikan dana PUAP sebelum Idul Fitri tahun 2017.

Ternyata setelah lebaran, dana tersebut juga belum dikembalikan. Informasi yang kami tahu dana tersebut dipinjam oleh oleh anggota kelompok tani tetapi tidak bisa mengembalikan,” papar dia saat ditemui, Senin (6/11/2017).

Dikonfirmasi secara terpisah, Kamidi membenarkan dana PUAP dipinjam oleh sebagian anggota kelompok tani. Namun pihaknya menyebut peminjaman dana bergulir tahun 2009 itu dilakukan oleh sekretaris gapoktan tanpa seijin dirinya. Dana bantuan dari provinsi tersebut diberikan untuk mengembangkan usaha pertanian anggota. 

Dana ini memang untuk pengembangan usaha tani dan dipinjamkan ke anggota, tetapi untuk peminjaman yang ini tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin saya,” katanya.

Lebih lanjut Kamidi menjelaskan, peminjam dana PUAP tersebut adalah anggota yang pasif dan tidak bisa meningkatkan usahanya. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Mertan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Disebutkan, sekitar 50-70 orang anggita telah mengajukan peminjaman namun, usaha mereka tidak berkembang dan justru mengalami kerugian. Sehingga, anggota yang melakukan peminjaman tidak bisa mengembalikan dana tersebut. Data sementara, beberapa anggota sudah mengembalikan dan terkumpul senilai sekitar Rp 36 juta.

Sementara itu, PPL Mertan, Fathoni, menyampaikan, pihaknya akan mempertemukan seluruh peminjam dengan pengurus Gapoktan yang lama. Ia akan meminta ketegasan dari mantan Ketua Gapoktan untuk berani menyampaikan ke anggota agar uang tersebut bisa dikembalikan.

Kami akan kumpulkan semua baik anggota yang meminjam maupun pengurus Gapoktan yang lama. Kita akan minta mereka untuk segera melunasi pinjaman biaya tersebut,” tandasnya.