Tritis, Daerah Terpencil di Sukoharjo Minim Sentuhan Pembangunan
Sosial

Tritis, Daerah Terpencil di Sukoharjo Minim Sentuhan Pembangunan

Bulu,(sukoharjo.sorot.co)--Sebuah perkampungan terpencil di Kabupaten Sukoharjo membutuhkan perhatian dari pemerintah setempat. Selain terbatasnya akses jalan menuju permukiman ini, sentuhan pembangunan juga belum banyak dirasakan oleh warga yang tinggal di kawasan ini.

Tempat ini yakni Dukuh Tritis RT 01/RW 02, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, yang berada di kawasan pegunungan tertinggi di Sukoharjo. Untuk menuju lokasi permukiman warga yang berjarak 2 kilometer dari kota Kecamatan Bulu ini, perllu melintasi jalan yang cukup ekstrim dengan deretan hutan serta jalan setapak dan medan yang naik turun.

Selain medan yang susah ditempuh, minimnya papan petunjuk jalan juga membuat keberadaan perkampungan warni di tempat ini juga susah ditemukan. Hanya terdapat terdapat 9 keluarga yang tinggal di pemukiman yang dikelilingi lebatnya pohon bambu dan jati tersebut.

Luas area pemukiman Dukuh Tritis RT 01/RW 02 sendiri hanya sekitar setengah lapangan bola dibatasi jalan setapak dan sebuah sungai. Kondisi badan jalan yang tidak ditanggul, membuat warga juga khawatir akan kondisi pondasi rumah mereka akan tergerus akibat banjir yang sering terjadi di musim penghujan.

Salah satu warga, Sukrim (51), menuturkan mayoritas pekerjaan warga di Dukuh Tritis merupakan seorang buruh kayu, peternak, pembuat areng. Warga di tempat ini memilih untuk tidak bercocok tanam karena kondisi tanah yang tidak cocok dan gangguan gerombolan kera yang selalu merusak tanaman.

Disini pekerjaannya ya hanya serabutan saja, ada yang menjadi pemotong kayu, pembuat areng, ada juga yang beternak. Karena posisi kita juga berada paling atas dan dekat dengan gunung, kalau mau menanam sayur atau padi juga tidak bisa karena pasti kalah dengan kera,” papar dia, ditemui Minggu (5/11/2017).

Sukrim menambahkan, warga baru dapat menikmati aliran listrik sekitar 2 tahun yang lalu, sedangkan sebelumnya warga mengandalkan kabel untuk menyalur listrik dari warga yang berada di bawah. Dengan kondisi yang serba kekurangan, para warga tetap memilih tinggal ditempat tersebut. 

"Dulu ada 11 keluarga yang tinggal disini tetapi dua keluarga sudah pergi untuk merantau, jadi rumahnya sudah tidak pernah ditempati. Daerah kami sangat terpencil, mau ke warung saja kita harus turun melewati hutan, tetapi kami tidak pernah kekurangan air,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia berharap program-program pembangunan seperti talud, badan jalan serta merabat jalan akan segera dilaksanakan di Dukuh Tritis. Hal itu juga akan memudahkan akses warga serta tidak membuat khawatir sebagian warga jika terjadi banjir.