Sindikat Penipuan Bermarkas di Desa Gentan, Aparat Kecolongan
Hukum & Kriminal

Sindikat Penipuan Bermarkas di Desa Gentan, Aparat Kecolongan

Baki,(Sukoharjo.sorot.co)--Ketua RT Dusun Ngebrak Badongan RT 04/RW 03, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Mardimin, mengaku kecolongan atas keberadaan anggota Qnet di wilayahnya. Pasalnya BH (20) dan ES (18) leader tim Qnet di wilayahnya menampakkan gerak gerik yang mencurigakan.

Ia mengatakan, keduanya juga secara resmi meminta izin untuk mengontrak rumah milik Kusno warga setempat.

Awalnya saya tidak menaruh curiga, karena memang kontrakan yang akan ditempati juga sering disewa untuk tempat tinggal para karyawan. Kedua pemuda itu bilang kalau sales baju batik, dan akan menyewa kontrakan tiap bulan dengan 10 orang lainnya,” papar dia, Sabtu (9/9/2017).

Ia menambahkan, para anggota Qnet juga baru menempati kontrakan milik Kusno sekitar hampir tiga bulan terhitung sejak 17 Juli 2017. Aktivitas mereka pun hanya berada di dalam kontrakan, dan sejumlah warga hanya mengetahui kalau pekerjaan mereka semua adalah sales batik dan sales jam. 

Saat dugrebek warga, jumlah penghuni kontrakan itu lebih dari 10 orang tidak seperti izin semula hanya 10 orang.

Terpisah, Lurah Desa Gentan, Uke Kurniawan, sangat prihatin dengan kondisi korban penipuan Qnet yang hanya diberikan makan seadanya. Ia yang datang setelah penggrebekan berjanji akan lebih memperketat pengawasan di masing-masing dukuh agar tidak terulang peristiwa serupa.

Bayangkan mereka semua hanya diberikan makan dua kali , itupun cuman nasi dengan tempe saja. Dengan kejadian ini, tentunya saya akan mengajak kepada perangkat desa dan dukuh untuk memperketat pengawasan mengingat banyaknya rumah yang disewakan di wilayah Gentan untuk dijadikan kos maupun kontrakan,” tandasnya.

Lurah perempuan ini menyatakan akan membuat petisi yang akan disepakati oleh seluruh perangkat yang ada diwilayahnya untuk menolak keberadaan anggota Qnet.

Tentu kita tolak, akan kita bersihkan dari wilayah Gentan. Kita lihat dampak atau efeknya seperti ini, terutama hampir semua korbannya adalah anak muda,” katanya.

Sebelumnya, warga dusun Ngebrak Badongan RT 04/RW07, Desa Gentan, Kecamatan Baki menggrebek salah satu kontrakan di wilayah setempat. Di rumah kontrakan yang digunakan aktivitas anggota Qnet itu ditemukan 20 korban penipuan berasal dari wilayah Cilacap, Sumedang, Banyumas dan Tegal.