Pokmas Akui Ada Pemotongan Dana Bantuan Rumah Tak Layak Huni
Sosial

Pokmas Akui Ada Pemotongan Dana Bantuan Rumah Tak Layak Huni

Weru,(sukoharjo.sorot.co)--Ketua kelompok masyarakat penerima bantuan dana rehab Rumah Tidak Layah Huni (RTLH) di Desa Tegalsari, Suharjo, mengakui adanya pemotongan dana tersebut. Adapun besaran pemotongan setiap penerima bantuan masing-masing senilai Rp 1 juta.

Ia menjelaskan, pemotongan tersebut dilakukan karena atas dasar kesepakatan oleh seluruh penerima bantuan. Ia merinci, potongan sebesar rp 750 ribu digunakan untuk pembuatan proposal dan laporan pertanggungjawaban. Sedangkan Rp 250 ribu akan digunakan untuk biaya konsumsi bagi tim survey yang akan meninjau proses rehabilitasi rumah tersebut.

Saya tidak memaksa mengambil Rp 1 juta, tetapi itu hasil rapat dengan warga. Rp 750 saya gunakan untuk membuat proposal awal dan nanti pertanggungjawaban. Kemudian yang Rp 250 akan digunakan membeli kebutuhan makan dan minum apabila ada tim survey dari Jawa Tengah atau dari Kabupten yang meninjau kesini,” katanya, dihubungi Sabtu (9/92017).

Suharjo menampik anggapan warga yang merasa dipaksa untuk mengaku menerima bantuan Rp 10 juta, namun hanya diterimakan Rp 9 juta. Menurutnya, ada kesalahpahaman dari warga penerima bantuan tersebut.

Itu salah dengar, maklum karena yang menerima itu semua sudah lanjut usia, yang muda hanya saya sama bendahara saja. Pada saat itu saya tidak ngomong seperti itu,” imbuhnya

Dalam program bantuan RTLH tersebut, Suharjo mengaku, Pokmas Desa Tegalsari menerima dana bantuan senilai Rp 150 juta untuk 15 orang warga langsung ke rekening miliknya.

Alasan bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai, karena ia merasa keberatan apabila jumlah bantuan dana itu harus ia belikan material sesuai dengan kebutuhan penerima bantuan. Selanjutnya, ia berkonsultasi dengan kepala Desa Tegalsari untuk memberikan bantuan terwujud dalam bentuk uang tunai.

Saya sendiri merasa keberatan kalau saya belikan barang, malah lebih mudah diberikan uangnya kepada penerima bantuan. Tetapi tetap kita awasi penggunaannya,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Tegalsari Sumarno menegaskan dirinya hanya memfasilitasi dan turut terlibat langsung dalam pembagian dana. Sedangkan terkait adanya pemotongan, ia mengaku tidak mengetahuinya. Ia juga mengakui sempat dimintai pendapat persoalan ‎pembagian bantuan diserahkan uang atau barang.

Saya hanya mengarahkan Suharjo kalau memang keberatan untuk membelikan barang, langsug saja diberikan kepada penerima bantuan. Nanti kita awasi bersama penggunaannya. Saya juga malah tidak tahu kalau ada pemotongan,” tutupnya.