Bantuan Uang Tunai untuk Rumah Tak Layak Huni Dinilai Tidak Tepat
Sosial

Bantuan Uang Tunai untuk Rumah Tak Layak Huni Dinilai Tidak Tepat

Bendosari,(sukoharjo.sorot.co)--Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Sarwidi, menjelaskan bantuan dana rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tegalsari bukan berasal dari Pemerintah Provonsi Jawa Tengah. Bantuan diberikan kepada 15 kepal akeluarga tersebut berasal dari Bank Jateng Jawa Tengah melalui program corporate social responsibility (CSR).

Sarwidi mengatakan, bantuan diberikan dalam bentul uang tunai disalurkan melalui rekening Kelompok Masyarakat (Pokmas).

Itu merupakan bantuan CSR Bank Jateng Jawa Tengah untuk warga yang masih menempati rumah tak layak huni. Kami diminta untuk memberikan arahan ke Kelurahan dan Pokmas dalam penggunaan dana itu,” katanya, Jum'at (8/9)

Pihaknya menjelaskan, perintah daerah tidak terlibat dalam program bantuan dari Bank Jateng tersebut. Sebelumnya pihaknya sudah memberikan saran agar bantuan diberikan dalam bahan bangunan yang diperlukan dalam pembangunan rehab rumah dan bukan dalam bentuk uang. 

Menurutnya, jika bantuan rehab rumah diberikan dalam bentuk uang tunai, sangat dimungkinkan adanya penyimpangan. Terkait adanya pemotongan bantuan senilai Rp 1 juta, ia menilai hal itu tidak dibenarkan. Ia menegaskan, seluruh bantuan harus digunakan untuk meningkatkan kualitas bangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

Uang bantuan itu tidak boleh di potong. Kalau memang ada kesepakatan di forum penerima bantuan untuk membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ), mana mungkin LPJ nya sampai Rp 1 juta per orang,” pungkasnya

Sebelumnya, sejumlah 15 orang Desa Tegalsari, Kecamatan Weru menerima bantuan sejumlah Rp 10 Juta. Tetapi dalam pembagiannya warga hanya menerima Rp 9 Juta dan diminta mengaku telah menerima untuh sebanyak Rp 10 juta.