Warga Gerebek Rumah Kontrakan, 2 Lelaki Diduga Penipu Diamankan
Peristiwa

Warga Gerebek Rumah Kontrakan, 2 Lelaki Diduga Penipu Diamankan

Baki,(sukoharjo.sorot.co)--Puluhan warga Dusun Ngebrak Badongan RT 04/RW 03, Desa Gentan, Kecamatan Baki melakukan aksi penggerebekan di salah satu rumah kontrakan dusun setempat yang disewa oleh anggota Qnet, Jumat malam (08/09/2017) sekitar pukul 18.30 WIB. Di rumah tersebut, warga mendapati 20 laki-laki dan 4 perempuan yang diduga menjadi korban penipuan Qnet oleh 2 orang laki-laki yang bertugas sebagai leader.

Informasi yang berhasil dihimpun, ‎setelah berhasil masuk dan mendapati banyak korban itu lantas warga mengamankan 2 leader berinisial BH(20) dan ES(18) asal Cilacap, Jawa Tengah. Kedua leader ini mulanya menawarkan pekerjaan palsu kepada tiap calon anggota Qnet dan disuruh membayar uang senilai Rp8,5 juta.

Semua korban yang ditemukan di rumah kontrakan berasal dari daerah Cilacap, Banyumas, Tegal dan sekitarnya. Rata-rata para korban ditawari kerja di sebuah perusahaan tetapi pada akhirnya, setelah sampai di Sukoharjo pekerjaan itu tidak ada.

"Saya sebelumnya ditawari kerja di perusahaan pabrik, ternyata malah disuruh membayar uang Rp 8,5 juta untuk sebuah cakram warna merah. Dan disini hanya disuruh tidur sama makan. Makannya pun hanya dua kali sehari," papar Imam Suseno, salah satu korban asal Cilacap.

Sementara, Ketua RT 04/RW 03 Mardimin mengatakan aksi penggerebekan itu berawal saat salah satu warga mendapat informasi yang dishare di media sosial. Warga yang curiga langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan RT juga pihak keamanan. 

"Saya mendapat informasi dari salah satu warga yang mendapat informasi di Facebook. Jadi teman korban itu memposting di facebook kalau dia berharap temannya diselamatkan karena dikurung dalam sebuah kontrakan, dan handphonenya dirampas," jelasnya.

Tak selang lama, pihak Kepolisian Sektor Baki datang ke lokasi untuk langsung mengamankan 2 oknum Qnet. Warga yang terbetot emosi pun sempat hendak mengamuk 2 leader tersebut sebelum akhirnya digelandang polisi ke Mapolsek Baki.

"Jujur saya sangat tidak suka kalau ada penipuan di daerah sini. Apalagi korbannya itu usia masih anak muda dan dipaksa membayar uang sampai Rp 8,5 juta," imbuhnya.

Kini kedua oknum yang menjadi pimpinan tim Qnet tengah diperiksa pihak kepolisian Baki. Sementara para korban dalam perlindungan Ketua RT serta warga lainnya di dalam kontrakan.